Lele
![]() |
| Foto oleh Ali Emre Uzun di Unsplash |
Selesai salat duha aku keluar rumah karena suara Pak Pri terdengar dari kamar, ia sudah datang membawa seplastik ikan lele yang sudah bersih. Mukena belum kulepas, aku menenteng sekantong plastik itu dengan hati-hati agar tidak mengenai mukena. Sambil mengabaikan Si Poti kucing nakalku, aku meletakkannya di meja dapur dan menutupnya dengan tudung nasi. Aku kembali ke kamar untuk merampungkan surah waqiah. Aku melirik kamar ibu, ia sedang di kamar menjahit baju milik Bapak sedangkan adik-adik asyik bermain video gim di ruang tengah.
Waktu duha hampir habis, toko sudah aku tutup. "Saatnya masak untuk makan siang," batinku. Setelah merapikan rambutku yang sudah seperti singa jantan, aku pergi ke dapur. Ini adalah waktuku untuk berkreasi. Dulu aku sempat tidak percaya diri untuk berkreasi di dapur. Tapi, berkat ibuku. Keahlianku tinggal satu strip di bawah ibu. Dia memang pandai dalam membuat seseorang jadi percaya diri.
"Fajar, Hilman, kecilin volumenya, dong!" kataku kepada dua terakhir adik-adikku.
"Tutup aja kupingnya pakai headset." Suara mereka kompak.
Aku mulai berkhotbah di depannya. Kami beradu mulut lama sekali. Dan, tetap akulah pemenangnya. Mereka memang menyebalkan, namun aku menyayangi mereka.
Aku melanjutkan di dapur untuk menggoreng lele, membuat sayur kunci, menggoreng tempe dan tentu saja sambal dengan irisan jeruk nipis. Ini resep dari ibu yang sudah kuhafal. Sepertinya memasak menu ini dengan mata terpejam pun aku sanggup.
"Ibuuuuk. Sudah mateng."
Ema beranjak dari sofa malasnya, ia berjalan cepat menghampirku, meremas tanganku, memelukku. "Mbak kangen, ya sama Ibu. Sama, aku juga. Nanti sore ke makam, ya. Tadi Mas Adit sudah beli bunga."
Kamis kemarin, lumayan masih berkutat pada sistem website di Yayasan. Hasil ekspor excel yang masih belum sesuai sudah diketahui penyebabnya. Tinggal dieksekusi. Setelah zuhur pindah tempat ke kampus, hari itu ada satu pengajuan judul riset dan sudah saya terima untuk dilanjut. Terakhir ngawas Ujian Akhir Semester di kelas mata kuliah Ilmu Rasm. Rasanya selalu melegakan jika selesai perkuliahan. Tinggal tugas koreksi dan input nilai. Dan itu yang paling membosankan.
